Home » 3Popok

Fakta HIV: Tes HIV

leonniefm 9 December 2008 3Popok 1,638 views 23 CommentsPrint This Post Print This Post Email This Post Email This Post

Membaca sebuah press release yang menyesatkan sungguh membakar emosi. Menyedihkan sungguh jika sebuah lembaga yang bergerak dalam bidang kemanusian khususnya medis, justru melakukan pembodohan masal dengan memberikan fakta yang menyesatkan. Seruan yang mengajak masyarakat untuk melakukan lima point yang tertulis di bawah artikel adalah hal-hal yang justru melanggar hak asasi manusia dan merupakan kejahatan kepada kemanusiaan:

Article 3

Everyone has the right to life, liberty and security of person.

Article 25

  1. Everyone has the right to a standard of living adequate for the health and well-being of himself and of his family, including food, clothing, housing and medical care and necessary social services, and the right to security in the event of unemployment, sickness, disability, widowhood, old age or other lack of livelihood in circumstances beyond his control.

Fakta bahwa “ukuran pori kondom adalah 1/60 mikron (dalam keadaan tidak merenggang) menjadi 1/6 mikron dalam keadaan merenggang. Sedangkan ukuran virus HIV/AIDS adalah 1/250 mikron” seperti tertulis di dalam artikel itu bisa jadi memang benar. Namun tidak dituliskan di sana bahwa, virus HIV yang berukuran lebih kecil daripada lubang pori kondom itu TIDAK DAPAT BERPINDAH TEMPAT TANPA CAIRAN TUBUH, yang dalam hal ini adalah sperma dan cairan vagina. Sperma tidak dapat melalui lubang pori kondom, maka dengan demikian virus HIV tidak dapat berpindah.

Theoretical basis for protection. Condoms can be expected to provide different levels of protection for various sexually transmitted diseases, depending on differences in how the diseases are transmitted. Because condoms block the discharge of semen or protect the male urethra against exposure to vaginal secretions, a greater level of protection is provided for the discharge diseases. A lesser degree of protection is provided for the genital ulcer diseases or HPV because these infections may be transmitted by exposure to areas, e.g., infected skin or mucosal surfaces, that are not covered or protected by the condom.

————————————————————————————

Sulit sekali untuk tidak marah saat membaca artikel itu. Sulit sekali mengekang diri untuk tidak mengobarkan api permusuhan kepada golongan apapun itu namanya. Dan memang sulit untuk berperang melawan sebuah ideologi betapapun ngaco-nya dia. Jika saya menyadari bahwa semua itu ngaco dan terjebak di dalamnya pasti akan lebih ngaco lagi. Saat ini masyarakat lebih membutuhkan informasi dan fakta mengenai HIV/AIDS. Dan lebih penting lagi bagi semua pihak untuk mengetahui peran apa yang bisa dilakukan untuk mencegah penyebaran virus penyakit ini, sekecil apapun.

Jadi jika anda: pengguna narkoba, pekerja seksual, aktif secara seksual lebih dengan lebih dari satu partner atau aktif secara seksual dan tidak yakin dengan aktifitas seksual pasangan anda di luar pengetahuan anda, dan atau peduli dengan sejarah kesehatan anda. Lakukanlah tes HIV, sekarang!

Mengapa saya menjabarkan prilaku di atas? Karena hanya dengan mengatakan “jika anda menjalani gaya hidup beresiko” tidak akan memberi informasi bahwa: HIV hanya menular melalui darah dan cairan sperma atau vagina. Virus HIV tidak terdapat dalam air liur dan tidak menular oleh air liur. Air liur dapat menjadi berbahaya jika di dalam liur terdapat darah terjangkit virus HIV.

Kebijakan tes HIV adalah rahasia untuk menjamin privasi.

Tes HIV: Di Indonesia, yang lazim adalah Antibody Blood Test, tes ini mendeteksi hadirnya antibody HIV di dalam darah. Klinik dan rumah sakit mengenal tes ini dengan sebutan screening test. Ada dua jenis screening tes yang biasa digunakan: EIA (enzyme immunoassay) dan ELISA (enzyme-linked immonusorbent assay). Jika dalam darah anda terdeteksi adanya antibodi HIV, maka anda positif terjangkit virus HIV. Anda bisa melakukan tes kedua untuk memastikan yaitu Western Blot. Tes ini juga mendeteksi adanya antibodi HIV, bukan virus HIV.

Antibody Blood Tests

  • Antibody blood tests are used to detect HIV antibodies in the bloodstream. The most common screening tests used today are EIA (enzyme immunoassay) and the ELISA (enzyme-linked immunosorbent assay). A second test, referred to as the Western Blot test, is run to confirm a positive result.
  • When the EIA or ELISA is used in conjunction with the Western Blot confirmation test, the results are more than 99.9% accurate.
  • Results from EIA/ELISA HIV tests are usually available several days to several weeks later.

Sedih, tapi anda masih membutuhkan surat pengantar dari dokter untuk melakukan tes tersebut di Prodia dan laboratorium medis pada umumnya. Saya tidak mengetahui jika ada klinik laboratorium lain yang memperbolehkan anda melakukan tes ini atas permintaan sendiri. Saya pernah melakukan tes di klinik tempat biasa saya berobat, mendapat surat pengantar dari dokter di dalam klinik yang memiliki laboratorium sendiri. Namun tes tersebut tidak dilakukan di dalam laboratorium mereka melainkan dikirim ke laboratorium RSCM dan hasilnya baru saya peroleh sekitar lima sampai tujuh hari kemudian. Biaya tes lengkap satu paket (dengan ketiga jenis tes tersebut di atas) tes penyaring berkisar antara Rp. 250.000 - Rp.300.000 Rp. 180.000 - Rp. 210.000. Beberapa lembaga memberikan akses tes tersebut secara gratis, namun saya belum memiliki informasi mengenai akses kepada tes gratis tersebut.

Jika anda mendapat hasil negatif, saya ikut senang untuk anda. :) Namun anda masih perlu melakukan tes itu selambatnya enam bulan kemudian. Antibodi HIV dapat terdeteksi di dalam darah dalam dua minggu setelah penularan, namun tubuh memerlukan waktu hingga enam bulan untuk sepenuhnya memproduksi antibodi yang dapat terukur.

HIV Test Results

HIV tests can identify HIV antibodies in the blood as early as two weeks after infection, but the body may take up to six months to make a measurable amount of antibodies. The average time is 25 days.

  • A seropositive result on an HIV test means that HIV antibodies are present in your bloodstream and you are HIV positive. The onset of AIDS may take up to 10 or more years. Drug treatments are available that can further delay the development of AIDS.
  • A seronegative result usually indicates that you are not infected with HIV. However, you should be retested in six months if you have engaged in high-risk behavior during the past six months, because it can take this long for your immune system to produce enough antibodies.

Anyone who receives an HIV test should seek counseling before and after the test in order to understand the results, discuss prevention methods, and, if necessary, discuss drug treatment options.

Jika anda terbukti positif, maka ada beberapa hal yang perlu anda lakukan.

1. Hindarkan diri anda dari resiko tertular penyakit lain. Tubuh anda kini tidak memiliki imunitas yang cukup untuk melawan penyakit lain. Penyakit lain dapat membawa anda pada kematian. Mulailah secara serius menjaga kesehatan anda untuk mempertahankan tingkat imunitas anda sebaik mungkin.

2. Hindarkan diri dari kemungkinan menulari orang lain. Jangan berbagi jarum suntik anda dengan orang lain, gunakan kondom saat melakukan hubungan seksual, jangan mendonorkan darah.

3. Dapatkan konsultasi HIV/AIDS segera. Konsultasi ini penting untuk membuat anda mengetahui tes-tes apa yang perlu anda lakukan kemudian, persiapan diri untuk memperoleh pengobatan dan hal-hal lain yang terkait kondisi pribadi anda. Anda dapat pergi ke Pokdisus di RSCM untuk mendapat konsultasi dan pengobatan.

4. Dapatkan dukungan, anda tidak ingin sendiri pada saat seperti ini. Jika anda mendapat penolakan dari lingkungan anda, carilah dukungan itu dari tempat lain. Anda bisa mulai dari saya. (leonniefm[at]zenbe.com)

Artikel ini adalah bagian pertama dari perpanjangan informasi tentang HIV/AIDS yang akan saya teruskan kepada publik Indonesia. Tinggalkan pesan di kolom komentar jika anda memiliki informasi tambahan. Saya bukan seorang dokter atau aktifis apapun, blog ini adalah tempat saya berbagi informasi, nara sumber bisa dilihat pada tautan-tautan yang tersedia.

Baca juga:

Image: Condom Sign
Condom sign on wall outside Jaisalmer Fort, Rajasthan, India

Reblog this post [with Zemanta]

23 Comments »

  1. thanks a lot for ur info mbak :) sangat berguna

  2. Sedih juga kalau banyak informasi yang beredar malah terkesan mendiskreditkan atau membuat salah paham. Masih banyak orang yang belum paham mengenai HIV/AIDS, sehingga diperlukan informasi yang benar, agar tidak terjadi diskriminasi dan kesalahpahaman di masyarakat.

    Terima kasih atas informasinya mbak :)

  3. nice post mba :) sangat membantu !

  4. I read the article twice, dan gak bisa enggak, memang bikin muntab. Perasaan Merci bukan organisasi ecek2 deh, tapi kenapa bisa seceroboh ini ya? Mengeluarkan statement bodoh seperti itu bener2 gak banget.

    On the other note, I took an HIV test dan hasilnya negatif, tapi itu taun 1995 kalo ga salah. Jadi mikir2…

  5. Okay, good information, I’ll pass it along to my friend.

    What saddened me most is how much coverage this foul statement gets from media, it seems to me they (the media) is thriving for the controversy regardless of the correctness of the news they pass along.

    Your post here is one way society can fight back such media mindlessness (?)

    Thanks again

  6. saya mau bertanya apakah air liur bs menyebabkan HIV / AIDS ?
    Soalnya saya pernah berciuman sama pekerja malam di kota saya.Harap kamu bs kasih saya jawaban dan solusinya ya?thank you

  7. Wah..wah..wah.. Ternyata HIV Itu menakutkan yah…
    oh iya…mao nanya nih Nona Leonny.. saya sering sekali mengalami gejala Pusing setelah main Komputer.. kepala muter2 gituh Non.. kenapa yah Non..? apakah itu termasuk gejala2 HIV..? :D

  8. @ferry, Soal air liur saya sudah tulis di atas:
    “HIV hanya menular melalui darah dan cairan sperma atau vagina. Virus HIV tidak terdapat dalam air liur dan tidak menular oleh air liur. Air liur dapat menjadi berbahaya jika di dalam liur terdapat darah terjangkit virus HIV.”
    Hanya anda yg mengetahui bagaimanakah sesungguhnya gaya hidup anda. Jika anda merasa itu beresiko terkait HIV, anda perlu konsultasi kepada dokter atau klinik-klinik HIV/AIDS. Saya bukan dokter, saya tidak menulis blog ini untuk memberi solusi terhadap resiko anda dengan HIV.

  9. @ Blogger Jakarta,
    Bagaimana HIV bisa menakutkan tergantung sudut pandang orang yang melihatnya. Buat saya pribadi HIV tidak lebih menakutkan dari pada orang-orang yang menganggap hal ini bisa dijadikan lelucon seperti anda dengan komentar yang anda tulis di blog ini.
    Jika anda berharap dengan meletakan komentar macam itu kemudian traffic ke blog anda naik, anda salah meletakannya di blog ini. Pembaca blog ini kebanyakan adalah teman-teman dekat dan orang-orang dengan cara berfikir sehat, terbuka dan pandai. You had proved you’re no where near.

    Thank you for stopping by.

  10. @ Blogger Jakarta,

    Hahaha, kalau itu sih penyakit TK namanya ( Tong Kosong…. )

  11. saya tinggal di palembang, kemana saya harus konsultasi ? thanks

  12. HIV is a nasty disease. Once you get it, there is no cure for it. Safe sex and abstinence is the only way to avoid getting it.
    `ll“

  13. It is quite scary that there is still no cure for HIV/AIDS and the only way we can fight it is by prevention. How long would it take our scientists to develop a cure or vaccine for this disease?
    !

  14. Saya takut, sy pernah berciuman dng pekerha seksual, terus melakukan hubungan dng psk satu kali tapi dengan kondom,, nah berhubungan si perempuan tidak megeluarkan cairannya,, tapi ciuman itu say atkut bangat,,,, saya insyaf sekarang,, mohon doa kepada Allah swt, agar di hindari dari penyakit itu. tolong jawab donk air liur menular gak yah???????/

  15. To: Joko,
    Seperti tertulis di atas, jawaban soal air liur menular atau tidak:
    “HIV hanya menular melalui darah dan cairan sperma atau vagina. Virus HIV tidak terdapat dalam air liur dan tidak menular oleh air liur. Air liur dapat menjadi berbahaya jika di dalam liur terdapat darah terjangkit virus HIV.”

    Saya rasa keinsyafan anda perlu dilengkapi dengan test HIV. Apa itu dan bagaimana, tertulis di atas. :-)

  16. mba pabila menggunakan kondom bgmn mba aman tdk?????lalu apakah kalo prempuan orgasme itu cairannya kelihatan keluar oleh pasangannya??thx bgt mba leoniiiii,,,, saya takut bgt mba untuk tes HIV, hari2 sya selalu dihantui ketakutan, saya hanya doa-doa dan doa,,,,,,,,,,,,,,, sedih bgttt mba,, menunggu masa 3 bulannnnnnn,,,,,,,,

  17. saya periksa darah di prodia anti hiv, ditanya surat pengantar dokter, karena tidak ada surat pengantar–saya bilang, kirim aja ke alamat dokter, setelah tes saya telpon kedokter, kalau hasil tes sudah datang tolong ditelpon. TIdak sampai satu jam, ada telpon dari dokter hasil sudah diterima. Yang jadi pertanyaan saya nih hasil akurat atau tidak kok hasilnya cepat sekali.Thanks

  18. @Joko: Soal kondom saya tulis cukup jelas di atas, intinya kondom apabila tidak robek & digunakan sebagaimana mestinya, merupakan perlindungan optimum dari penularan HIV & STD oleh sperma & cairan vagina.

    Saya turut berharap anda tidak tertular HIV. Saya lebih berharap terbukanya anda atas informasi tentang HIV dan sadarnya anda mengenai bahaya akan penularan karena sex yang tidak aman, akan membuat anda lebih berhati-hati di masa datang.

    @Agus: Sepengetahuan saya memang test HIV memerlukan surat pengantar dari dokter. Mengenai berapa cepatkah sebuah test HIV dapat diketahui hasilnya, sangat bergantung pada metode apa yang digunakan. Sebaiknya anda tanyakan kembali ke Prodia mengenai metode dan laboratorium mana yang digunakan.
    Sangat penting untuk mengetahui jenis metode test karena hasilnya bisa jadi berbeda…

  19. salam,

    Jika membaca bagian awal (yang tentang ukuran pori kondom dan ukuran virus HIV), saya sebenarnya terkejut juga. Kalau hasil pembelajaran saya tentang virus adalah benar (bahwa virus menumpang pada sel inang), berarti harusnya kalau sel sperma tidak bisa ‘nembus kondom maka sang virus juga gak bisa liwat dong?

    Yah, memang selepas SMA, saya tidak pernah lanjut lagi belajar tentang biologi, barangkali emang untuk AIDS ini terhitung kasus spesial yah..

  20. @kupastuntas… dan kalau anda membaca tulisan di atas sampai selesai dan teliti, anda akan tahu bahwa yang anda pelajari itu benar dan tidak perlu berkejut lagi:

    “virus HIV yang berukuran lebih kecil daripada lubang pori kondom itu TIDAK DAPAT BERPINDAH TEMPAT TANPA CAIRAN TUBUH, yang dalam hal ini adalah sperma dan cairan vagina”

  21. Mba kita bisa tahu robek dari mana mba??? apakah netes2 pas selsesai berhubungan???

  22. saya mw tanya,
    klo mau tes hiv, perlu surat pengantar dr dokter apa, spesialiskah?
    trus bs tidak klo tnpa surat pngantar tsb?
    plis jwab ea

  23. @ wiro
    Ya, anda butuh surat pengantar dari dokter untuk tes HIV. Tidak perlu spesialis, dokter manapun tidak boleh menolak untuk memberikan pengantar test anti-HIV.
    Saat anda tes, anda bisa minta agar hasil tes diberikan/dikirimkan langsung kepada anda.
    Pihak lab biasanya akan mengatakan agar anda membuka hasil test bersama dokter. Jawab saja ya, pada dasarnya anda berhak untuk membuka hasil itu sendiri.

    Good luck.

Have your say!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>