Bebas Stress di Hari Persalinan
Menyenangkan sekali saat mengetahui tulisan saya tentang olahraga di masa kehamilan ternyata bisa berguna untuk seorang teman, “…semalam aku praktekin dan tadi pagi diulang lagi. Ternyata hasilnya enak mba di badan ku. Perasaan jadi lebih siap menghadapi hari H mba”
Obrolan dilanjutkan soal mempersiapkan diri menuju hari H kelahiran yang lebih nyaman. Saya setuju, seperti juga pengalaman mengatakan bahwa proses kelahiran adalah saat-saat yang sangat mendebarkan dan cukup sulit ditebak. Misalnya, ternyata ketiga persalinan yang saya alami, meleset dari tanggal perkiraan dokter, semuanya lebih awal. Jarak waktu proses pembukaan hingga bayi lahir pun berbeda untuk masing-masing anak. Ada yang hanya satu jam, lalu enam jam dan ada yang tiga jam.
Toleransi akan rasa sakit pada masing-masing individu juga berbeda-beda. Saya rasa saya tidak bisa membahasnya di sini. Yang bisa kita bahas adalah bagaimana pada saat rasa sakit itu datang, hal-hal lain tidak perlu lagi menjadi bahan pemikiran sang ibu. Persiapan yang matang menuju proses persalinan adalah penting agar sang ibu dapat berkonsentrasi penuh pada kelahiran sang buah hati.
Berikut adalah hal kecil tapi penting yang bisa dilakukan untuk persiapan hari H yang semakin dekat.
Tas Ibu dan Anak:
Siapkanlah sebuah tas yang cukup besar untuk memuat beberapa barang untuk dibawa saat ibu berangkat menuju Rumah Sakit atau Rumah Bersalin:
- Kain: biasanya orang tua menyarankan kain batik, menurut saya karena kain batik sangat nyaman, ringan dan ukurannya cukup besar untuk membalut tubuh. Agak sulit ketika proses bersalin baru saja selesai untuk kembali menggunakan rok atau celana. Rumah Sakit biasanya menyediakan selimut, namun membawa kain buat saya masih dirasa perlu.
- Gurita: akan digunakan ibu setelah proses persalinan selesai, dipakai membalut perut dengan sedikit kuat. Membantu agar perut yang berubah bentuk secara cukup drastis tidak mengalami banyak guncangan. Juga diyakini penggunaan gurita membantu perut ibu kembali ke bentuk semula dengan baik. Kini sudah tersedia berbagai ragam gurita bagi ibu, mulai dari yang diikat tali, ber-velcro, berbahan elastis dan lain lain.
- Pembalut: ibu akan mengeluarkan darah layaknya saat menstruasi. Bawalah pembalut yang cukup tebal dari jenis atau merk yang biasa ibu gunakan. Rumah Sakit biasanya menyediakan untuk ibu, namun tidak bisa menjamin mereka akan memberikan yang nyaman ibu gunakan. Kenyamanan adalah kunci di sini.
- Pakaian ganti: siapkan pakaian yang nyaman dan mudah untuk digunakan saat ibu harus menyusui. Dari bahan katun, longgar dan berkancing depan adalah tips kenyamanan bagi ibu dan bayi.
- Toiletries dan sedikit make-up: penting buat ibu untuk selalu bersih, nyaman dan merasa segar setelah semua proses yang melelahkan itu. Kebersihan ibu juga baik untuk bayi.
- Siapkan juga beberapa keperluan sang bayi seperti baju, popok, kain bedong, sarung tangan-kaki, sapu tangan kecil dan beberapa toiletries bayi seperti sabun, bedak dan krim bayi. Sebuah topi kecil untuk melindunginya kepalanya dari angin saat perjalanan pulang juga baik disiapkan.
- Tidak ada salahnya jika ibu menpersiapkan sebuah buku untuk dibaca saat beristirahat di Rumah Sakit. Mendengarkan music juga bisa jadi alternatif untuk merelaksasikan diri.
Letakan tas tersebut di tempat yang selalu terlihat dan mudah dijangkau saat waktu untuk berangkat ke Rumah Sakit telah tiba. Ada baiknya ibu dan bapak saling bersetuju untuk sebuah prosedur keberangkatan di hari H itu:
- Berjanjilah untuk tidak panik dan tenang. Ingatkan satu sama lain tentang hal itu.
- Tuliskan nama dan nomor telepon orang-orang yang perlu dihubungi dan letakan di tempat yang terlihat jelas. Mulailah dari nama dokter dan Rumah Sakit anda.
- Buatlah prosedur menyangkut alat transportasi. Ibu sudah dipastikan tidak boleh menyetir sendiri menuju Rumah Sakit. Kendaraan pribadi atau sebuah taxi bahkan kendaraan milik tetanggapun tetap harus direncanakan. Buatlah beberapa alternatif untuk beberapa kemungkinan misalnya jika harus berangkat ke Rumah Sakit saat suami sedang tidak berada di rumah. Hal ini penting untuk setiap kemungkinan tak terduga seputar proses persalinan.
- Pastikan semua hal dipersiapkan untuk menyikapi datangnya hari H, misalnya merencanakan siapa yang akan menjaga anak-anak di rumah saat ibu harus berangkat ke Rumah Sakit.
- Hapalkan dan ulangi dengan kata-kata untuk berlatih dan bersepakat dengan suami dan anggota keluarga lain tentang prosesi di hari H tersebut.
Ada sebuah tips yang bisa saya bagi terkait transportasi menuju Rumah Sakit yang berasal dari pengalaman pribadi; Suami saya membuat beberapa tulisan di atas kertas berukuran A4 dan A3: Perhatian! Ibu Melahirkan. Ditulis besar-besar dan ditempelkan di beberapa bagian mobil. Hal itu terbukti membantu kami sampai ke Rumah Bersalin dengan lebih lancar dan cepat.
Sedikit perencanaan seperti di atas akan menghilangkan sedikit tekanan mengenai proses persalinan. Ibu dan keluarga bisa mempersiapkan semua itu dengan tenang sejak jauh-jauh hari sehingga jika saatnya tiba, segala sesuatunya dapat berjalan dengan baik dan ibu bisa berkonsetrasi penuh pada kelahiran.
Persiapan pribadi yang bisa ibu lakukan selama masa kehamilan yang dapat berguna saat proses kelahiran bisa dibaca di sini.
Semoga tulisan ini membantu ibu untuk mempersiapkan diri.









Powered by
Hah? Enak banget prosesnya cuma beberapa jam gitu. Si Kemal dulu 27 jam, adiknya lebih cepet, kurang lebih 2 jam.
Eh nambahin dikit. Jangan lupa bawa kamera
27 November 2008 at 12:33 am